|
| Contoh Surat Permintaan Perundingan Bipartit |
Berikut adalah draf atau contoh format surat permintaan perundingan secara bipartit yang dapat digunakan dalam proses penyelesaian sengketa ketenagakerjaan.
Baca juga: Tahapan Perundingan Bipartit
|
Lampiran : ...................................................
Hal : Permintaan Perundingan Bipartit
Bapak/Ibu/Saudara/i ...................................
di tempat
Sehubungan dengan adanya permasalahan ketenagakerjaan yang perlu diselesaikan dan dirundingkan secara Bipartit, maka melalui surat ini kami mengajukan permohonan untuk melaksanakan musyawarah pada:
Waktu : ...................................................
Tempat : ...................................................
Untuk menyelesaikan pokok permasalahan sebagai berikut:
- ....................................................................................................
- ....................................................................................................
- dst.
Demikian surat permintaan perundingan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kesediaan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
Pihak Pengaju*)
( ................................................... )
Pihak Penerima*)
( ................................................... )
Sumber Rujukan: Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor PER.31/MEN/XII/2008 tentang Pedoman Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Melalui Perundingan Bipartit.
|
Punya pertanyaan seputar tata cara perundingan bipartit, penyusunan surat peringatan, maupun proses hukum ketenagakerjaan bersama praktisi hukum berpengalaman? Silakan hubungi kami untuk konsultasi online.
Mary I. Herman, S.H.
Advokat & Praktisi Ketenagakerjaan
Artikel ini merupakan bagian dari Legal Insights Law Office Mary Herman & Partners mengenai panduan dan draf dokumen ketenagakerjaan. Untuk penilaian terhadap kondisi dan dokumen perkara tertentu, konsultasi hukum diperlukan.